Saturday, 1 June 2013

You must have plus plus!!

Udah lama banget rasanya nggak ngeblog dengan aktivitas + tugas + ujian semester 2 yang nggak berhenti-berhenti. Tiap malam minggu pasti pacarannya sama anatomi / faal atau kalo nggak masih ada di kampus nyiapin acara buat esok hari. Yah, begitulah mahasiswa... Sok sibuk banget yak, padahal juga nggak sibuk-sibuk banget kok, apalagi kalo dibandingkan dengan jadwal jaga coass atau pemeriksaan pasien nantinya... :)

Ok, pertama-tama aku pengen ngucapin selamat untuk adik-adikku yang hari ini dan minggu lalu dinyatakan lulus dari bangku SMA dan SMP. Yak, apalagi kepada Magelang, kotaku tercinta yang berhasil mengusung peringkat pertama rata-rata nilai UN se-Jawa Tengah untuk SMAN 1 Magelang, dan se-Indonesia untuk SMPN 1 Magelang. Meski aku bukan alumni dari SMP itu aku turut bangga dengan kesuksesan anak-anak Magelang. Artinya, anak-anak Magelang juga bisa berprestasi kan.

Kemarin lusa aku menelepon Chandra yang sekarang sedang pulang ke Magelang. Sahabat baikku itu sedang galau memikirkan penjurusan padahal kemarin penutupan pendaftaran. Menurutku sih, dia melebaykan diri karena dasarnya aja dia udah pinter, mau jurusan mana aja juga bakalan masuk. Tapi, dari penjelasan dia, aku memahami sesuatu yang emang bener banget. Dia bilang bahwa kepinterannya dia itu belum cukup bersaing di pasaran, untuk nantinya direkrut perusahaan yang dia inginkan. Soalnya, musti butuh sesuatu plus-plus yang inovatif. Sederhana sebenarnya dan aku pikir orang lain juga udah tahu itu. Tapi, kadang hal itu terlupakan oleh orang-orang yang nonteknik (yang nantinya udah pasti kerjaanya), dokter contohnya, atau oleh adik-adikku yang masih dalam pendidikan dasar.

Buatku sendiri yang masih mencari apa sebenarnya nilai plusku, obrolan itu kembali menyadarkanku. Makasih chan, you wake me up! Sederhana sih yang pengen aku post di sini, tapi bagiku itu sangat besar maknanya... :) Untukku, teman-temanku, dan adik-adikku, jangan berhenti kepo, tapi kepo yang menyehatkan alias mencari tahu. Karena dari rasa ingin tahu itu akan berkembang ide-ide yang luar biasa. Trust me!!

Thursday, 30 May 2013

Bob Sadino... Muda, Kreatif, Sukses!

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 4 Mei 2013 (telat banget yak ngepostnya), aku dan keluarga baruku bikin acara Social Project di salah satu TK Islam di daerah Jatingaleh, Semarang. Seneng banget aku diberi kesempatan buat ketemu anak-anak kecil karena aku sebenarnya masih belum bisa "ngemong" anak kecil. Meski cita-citaku bukan menjadi dokter anak, aku ingin belajar untuk mendalami dunia anak. So, seneng banget rasanya bisa bikin acara penyuluhan tentang cara menggosok gigi dan mencuci tangan buat mereka.
Jadi gini ceritanya. Aku diberi kesempatan buat ikut Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Dasar di tingkat fakultas. So, aku nggak cuma kenal sama temen-temen sejurusan, tapi juga bisa kenal anak-anak prodi Gizi dan Keperawatan. Nambah teman dan pengalaman lah. Na, di LKMMD ini aku dan teman-teman sekelompokku, yang menamai diri sebagai kelompok Bob Sadino, diberi tugas selama sebulan sebagai latihan untuk memanage diri kita. Tugas itu adalah advokasi, lobbying, fundrising, networking, dan social project.
Dari advokasi ya, kita memilih tema "Diet Sehat Anak Kost" untuk disampaikan ke temen-temen sekelompokku. Kenapa kita milih tema itu, karena masih banyak anak-anak kost yang makan sembarangan, contohnya aku sendiri. Na, untuk itu kita bikin presentasi tentang gimana sih diet yang baik itu. (sebenarnya, jujur, nggak terlalu ngefek)

Buat networkingnya, kita diberi kesempatan buat mengunjungi Fakultas Ilmu Budaya, yang kampusnya adem banget, tenang, suasananya enak banget buat belajar anak-anak FK. Haha, apalagi diiringi musik-musik gamelan yang meluncur dari pendopo. Sumpah, keren banget suasananya. Di sini aku juga melihat, mendengar, dan merasakan (alah, lebay banget) tentang kehidupan kampus sesungguhnya. Selama ini aku kayaknya terlalu dimanjakan oleh sarana yang serba ada dan tugas-tugas yang menggunung. Dan, ketika aku mendengar cerita dari ketua FIB, aku jadi ngrasa berada di kampus beneran. Kenapa? Karena mahasiswa-mahasiswa di sana harus kerja keras untuk mengadakan suatu acara, suatu kelompok harus bener-bener bekerja agar bisa survive dan menjadi UKM. So, itu bikin aku melek dan bertanya-tanya, "kemana aja lo sekian lama jadi mahasiswa?"
Na, yang paling berkesan tentunya acara Social Project. Jadi, kita ditugaskan mencari dana minimal 750 ribu dengan modal 50 ribu dari panitia. Na, uang itu digunakan untuk acara Social Project yang kita adain. Alhamdullillah, kita berhasil dapet lebih dari jumlah itu dengan jual makanan, tensi, dan ngawul di stadion. Na, uang yang kita dapatkan kita gunakan untuk membelikan adik-adik TK itu hadiah, makanan, dan sikat gigi. Ya, karena acara kita adalah penyuluhan tentang menggosok gigi dan mencuci tangan yang benar. Oh ya, selain itu kita dapet bantuan dari tim DVG (Dimas Volunteer Group), tim relawan dari FIB. So, seneng banget ketemu teman-teman baru lagi... Haha, yak mungkin itu sekelumit ceritaku tentang LKMMD. Yang pasti aku nggak ngerasa rugi lagi ikut acara yang yah, aku akui cukup menguras waktu belajar, energi, emosi, dan duit tentunya, tapi sebanding lah dengan pengalaman + penyadaran diri untuk nggak memforsir badan (milih2 kepanitiaan maksudnya)...

 
Salam Muda, Kreatif, dan Sukses!!

Monday, 18 February 2013

Great Show!!

Penampilan Ge Pamungkas di Merem Melek Tour "Ernest Prakasa" di Gedung Kesenian Jakarta 9 Februari 2013 kemarin. I do like this show. Penampilan paling keren dari bang Ge. ^^

Baksosraya 2012

Beberapa bulan yang lalu, tepatnya tanggal 9 Agustus 2012, BEM FK Undip ngadain baksosraya ke Kelurahan Bandarharjo, Semarang Selatan. Menurut kakak kelasku, kelurahan itu adalah salah satu daerah yang rawan banjir. Na, melihat ada event yang udah menjadi cita-citaku ini, aku tak mau melewatkan kesempatan untuk ikut berkontribusi di dalamnya. Dan dari pengalaman kakak kelas yang tahun lalu bertugas di bagian tensi, aku tertarik untuk mendaftar ke bagian itu. Setidaknya aku punya pengalaman menensi orang-orang di rumah. So, aku akhirnya mendaftarkan diri di bagian tensi dan sembako. Apapun bagiannya, pokoknya aku ingin berhubungan dengan masyarakat.
Selain tensi dan pembagian sembako, ada juga yang bertugas di pendaftaran dan penimbangan berat badan+tinggi badan, runner (yang bertugas mengarahkan), asisten dokter (ini sebenarnya sangat bermanfaat untuk mengetahui bagaimana sebenarnya pekerjaan seorang dokter itu), serta farmasi yang bertugas meracik obat dan membaca resep (tenang, nggak jelek kok tulisan para dokternya, kan dokter modern!! ^^)
Akhirnya, aku bertugas di bagian tensi. Pertama aku berpikir bahwa menensi adalah sebuah pekerjaan yang mudah dan pasti akan sedikit pasien yang datang padaku karena di meja itu ada 5 orang penensi. Ternyata aku salah. Sangat sulit menensi di tengah musik yang berdentum keras (lebay banget) dan pasien yang datang silih berganti. Meski aku harus berkonsentrasi supaya tidak salah dengar dan tetap fokus, aku cukup senang dengan banyaknya pasien yang datang. Itu artinya pengobatan gratis yang dilakukan teman-teman FK Undip setidaknya dapat meringankan beban mereka.
 
Hal yang paling mengesankan buatku adalah saat aku dipaggil dengan sebutan "dok" padahal aku baru mahasiswa tingkat satu yang hanya sedikit tau tentang ilmu kedokteran. Bukan karena muka tua dan penampilanku yang keren, mungkin karena jas laboratorium yang aku pakai mirip dengan jas dokter. Aku cukup senang masyarakat mau berbagi, menceritakan keluhan yang mereka rasakan. Semenjak saat itu aku sadar bahwa mereka sangat membutuhkan seorang dokter yang mau mendengarkan dengan penuh kesabaran dan aku harus menjadi "the next" mereka. Bismillah, insya Allah...
 Dan yang paling membuatku terharu dan kembali membangkitkan semangatku untuk belajar di sini adalah senyum anak-anak yang datang ke posko itu, pasien yang tersenyum bahagia saat keluar dari posko itu, dan teman-temanku yang tak pernah lelah tersenyum. Semoga pengalaman ini mengingatkan kita, khususnya aku dan teman-teman calon dokter semua untuk kembali membuka mata bahwa di luar sana banyak orang-orang yang menanti kita. Keep fight!! ^^

Tuesday, 12 February 2013

Tiga Sisi Ge Pamungkas

Tour perdana Ge Pamungkas, juara stand up comedy Kompas TV season 2, 3GP (3 sisi Ge Pamungkas) hadir di 15 kota di Indonesia. Berikut jadwalnya:
15 Februari : Semarang
16 Februari : Salatiga
17 Februari : Yogyakarta
23 Februari : Sidoarjo
24 Februari : Surabaya
02 Maret    : Jember
03 Maret    : Denpasar
08 Maret    : Depok
09 Maret    : Jakarta Barat
16 Maret    : Sukabumi
17 Maret    : Serang
23 Maret    : Cirebon
28 Maret    : Jakarta Timur
30 Maret    : Malang
21 April      : Bandung (finale)
Keterangan lebih lanjut, follow @3GPtour !! Sukses tournya bang Ge.. *\^^/*

Dokar 82


Yap, pagi ini aku terbangun di kamar kostku di Semarang, kamar yang selama 6 bulan ini udah setia menemaniku dengan segala rutinitasku dan tetek bengek tugasku sebagai seorang mahasiswa. Ok, kali ini aku ingin menceritakan sekelumit tentang kostku yang 2 minggu lagi akan kutinggalkan ini. Yak, namanya "Dokar 82", singkatan dari Dokter Kariadi 82, nama nomor jalan tempat kostku itu berada. 
Enam bulan yang lalu, sebelum aku dinyatakan secara resmi menjadi mahasiswa Pendidikan Dokter Undip, aku sibuk mencari kost yang bisa menjangkau kampusku dengan jalan kaki karena aku sama sekali nggak bisa naik sepeda motor ataupun mobil. Sempat aku menemukan kost di jalan Bergota Kamar Mayat (serem banget yak namanya), tapi nggak sesuai dengan apa yang menjadi keinginanku. So, aku turun ke jalan Kariadi dan mendapati pakdheku udah menemukan kost yang deket banget dengan warung makan, laundry, dan kampusku sendiri. Wow, aku langsung mengiyakan ketika tahu bahwa ada 2 kamar kosong di sana.
Alhasil aku menempati kost itu selama 6 bulan lamanya sampai sekarang. Awalnya aku memang belum bisa beradaptasi dengan peraturan kostku yang lumayan ketat dan banyaknya cerita mistis yang merebak di sekitar kampusku (kostku juga pastinya). Tapi, lama kelamaan aku menjadi terbiasa dengan semua itu dan dari ketatnya peraturan di kostku aku belajar tentang kedisiplinan yang seakan menamparku "jangan sampai nglakuin hal itu lagi" (lebay banget yak). 
Dan lagi, aku menemukan keluarga baru di sini, ada kakak-kakak angkatan yang super duper baik banget sama aku (aku dipanggil upik abu nggak papa wis). Ada mbak Didi yang polos tapi baiknya nggak nahan, ada mbak Ayu yang tegas tapi tetep aja baik, pinter nari juga, ada mbak Rara yang juga baik + supel banget, ada mbak Bulun yang suka banget sama cerita misteri, ada mbak Lala yang comic lovers, ada mbak Anggit yang nyenengin banget, pinter gambar lagi, ada mbak Defi yang berkutat dengan bisnis fashionnya, dan yang lainnya. Mereka menjadikanku betah di kost ini dan selalu membuatku tegar setiap kali aku melakukan kesalahan yang membuatku dimarahi.
Oh ya, ngomong-ngomong tentang warung makan yang dekat dengan kostku, warung makan itu adalah "Manunggal Roso" a.k.a "Maros" a.k.a "MR". Sebagai tetangganya aku merasa bangga karena warung makan itu telah menjadi ladang kuliner bagi teman-temanku. Bahkan, saking cintanya mereka dengan Maros, di twitter mereka menggunakan #maros dan berharap menjadi Trending Topic. Ckck. Aku berharap di Tembalang nanti aku bisa menemukan warung makan yang menunya seenak di Maros.
Yak, itulah sekalumit tentang kost yang akan aku tinggalkan 2 minggu lagi. Rasanya berat banget ninggalin kost ini, terutama karena aku nggak bakal bersama kakak-kakak kostku lagi di Tembalang nanti. Dan meski kostku peraturannya ketat, tapi keamanannya selalu terjaga. Semoga aku bisa cepat beradptasi di kost baruku di Tembalang. Makasih kakak-kakak yang selalu menyemangatiku. =)

Sunday, 10 February 2013

Stand Up Comedy


Stand up comedy memang udah mulai melebarkan sayapnya di Indonesia beberapa tahun yang lalu, mungkin sekitar tahun 2011 ya. Dan aku yang selalu telat menyukai sesuatu, baru memaknai tontonan itu sekarang. Ya, beberapa hari ini aku mulai mengikuti perkembangan stand up comedy Indonesia sejak antena televisiku berhasil mengcapture stasiun Kompas TV. Di sela-sela kewajiban belajarku sebagai seorang mahasiswa, tontonan ini memberikan alternatif tontonan komedi di Indonesia yang cerdas dan bermutu.
Berbicara tentang tontonan itu, tidak afdol jika kita tidak mengenal sejarahnya. Stand up comedy merupakan komedi yang dibawakan dengan berdiri sendirian di panggung dan melakukan komedi melalui ucapan. Tontonan ini sebenarnya telah lahir sejak abad 18 lalu di Eropa dan Amerika. Namun, baru mulai menjejakkan kakinya di tanah air pada tahun 1997. Tonggak sejarah stand up comedy mulai ditorehkan dengan berdirinya Comedy Cafe oleh Ramon Papana Tommybens pada tahun tersebut. Tempat inilah yang menginspirasi kehadiran para comics (pelaku stand up comedy) baru di tanah air. Dan Iwel adalah comic pertama yang tampil membawakan stand up comedy di layar kaca dalam acara Bincang Bintang tahun 2005. Di sini lah awal kemunculan stand up comedy. Ironisnya, sinarnya langsung meredup.
Di tahun 2011an lah stand up comedy mulai mencapai klimaksnya. Ditambah dengan perkembangan comic-comic baru yang menghiasi layar pertelevisian, mulai dari Raditya Dika, Soleh Solihun, Pandji Pragiwaksono, Kemal Pahlevi, Ge Pamungkas, Gilang Bhaskara, sampai Ernest Prakasa yang baru saja menjadi comic pertama yang mengadakan tur di 11 kota di Indonesia. Bahkan mulai bermunculan comic-comic perempuan, seperti Dilla Dil, Dyah, atau Jessica.
Stand up comedy menjadi tontonan komedi yang berbeda karena ada teknik-teknik khusus dalam melakukan suatu stand up comedy. Berikut ingin aku beberkan beberapa teknik dalam stand up comedy yang aku dapatkan dari blog @kisfendie :

One Liner
yaitu bit singkat yang terdiri dari satu sampai tiga kalimat saja. One liner lumayan susah karena set up yang dihantarkan harus secepatnya memancing harapan penonton.
Contoh: Gue nggak homo! Cowok gue yang homo! – Mongol
“Gue nggak homo” adalah set up yang menunjukkan penolakan terhadap tuduhan bahwa Mongol homo. “Cowok gue yang homo” adalah punch line yang menunjukkan “ternyata” dia homo. One liner itu menghasilkan tawa karena membelokkan statement set up

Call back
yaitu teknik yang menggunakan punch line dari set up yang sudah disampaikan dulu, untuk set up lain beberapa bit berikutnya.
Contoh: joke 1 (set up 1, punch 1) – joke 2 (set up 2, punch 2) – joke 3 (set up 3, punch 3) – joke 4 (set up, punch 1)

Rule of three
yaitu teknik tiga angka. Set up yang digunakan adalah 2 kalimat awal dan kalimat ketiga merupakan punch line nya. Jadi normal, normal, gila.
Contoh: Ngajarin Raditya Dika ngelawak itu kayak ngajarin Melly bikin lagu, Dedy cara main sulap, atau ngajarin Syahrini cara bedakan – Ryan

Act Out
yaitu menunjukkan dengan gerakan. act out sering digunakan dalam stand up comedy karena mudah dan tingkat keberhasilan tinggi. Biasanya act out sebagai punch nya.
Contoh: Kalau laper jangan ngetweet, apa berharap tiba-tiba keluar makanan dari laptopnya (kemudian menunjukkan gerakan makanan keluar dari laptop) – Kisfendie

Impersonation
yaitu menirukan sosok yang sudah terkenal. Tenik ini biasanya mengambil gaya bicara, gerakan, atau kata-kata khas.
Contoh: Hay guuuuyysss! – McDanny impersonate Ikang Fauzi

Comparisons
yaitu joke dengan membandingkan sesuatu dan sesuatu yang lainnya.
Contoh: Mahasiswa STIS beda signifikan saat habis keluar uang ID dan sebelum keluar uang ID. Habis keluar uang ID diajak jalan “oke, ayo langsung” kalau sebelum keluar uang ID “waduh, lagi ada tugas nih” - Kisfendie

Riffing
yaitu mengajak penonton untuk berinteraksi. Biasanya menjadikan penonton sebagai objek joke. Hati-hati menggunakan riffing karena sering gagal atau mungkin menyinggung perasaan penonton.
Contoh: *Pandji melihat penonton menggunakan kaos MU dengan nama Rooney*
Di belakangnya namanya Rooney, tapi kok di depan mukanya Runyam? – Pandji

Gimmick
yaitu alat bantu atau hal lain di luar stand up comedy yang digunakan untuk joke. Biasanya sebagai punch line.
Contoh: Sekarang hiburan nggak berkualitas, akhirnya hiburan sederhana jadi istimewa, seperti *kemudian berGangnam Style* - Kisfendie

Heckler
yaitu pengganggu dalam stand up comedy. Heckler biasanya berteriak saat set up sedang dibawakan, meneriakkan punch line sebelum comic mengutarakannya atau bahkan menyuruh comic untuk turun dengan kalimat “Huu... atau Turunnnn”. Heckler harus diatasi sehingga dia tidak mengganggu comic. Biasanya cara mengatasinya adalah menjadikannya bahan joke dengan sedikit menghina agar dia diam.
Contoh: Tolong dong kalau habis boker disiram, ngambang nih dari tadi *sambil nunjuk Heckler* - Pandji

Itulah sekilas tentang stand up comedy. Bagiku menonton stand up comedy tak hanya memberikan suatu hiburan, tapi juga sebuah pemandanga realita kehidupan yang biasa terjadi di sekitar kita. Tak hanya itu, kita juga disodori sebuah tontonan yang membuat kita berpikir, "oh iya ya, berarti bego banget gue". So, maju terus stand up comedy Indonesia. Berikan sebuah karya yang bervariasi, cerdas, bermutu, dan tentunya menghibur.