good bye to tears and good bye to the pain, I'm ready to move on.. and I just wanna say...
Wednesday, 27 June 2012
Someday
Belajar nulis lirik lagu. Jadi kalau salah grammar nggak apa-apa ya.
The cold weather in July
when my tears drop slowly
You give me shoulder to cease my pain
as thunder accompany the rain
and draw rainbow in the sky
Someday I feel so lonely
just remember how you grab my hand
Stand by me when I'm so fainted
Reff:
Never give up all time
Try to chase our dreams
Bring my day with peace... Someday...
Don't let me cry again
Keep smiling for me
We will be happy... Today...
From the sorrow into the joy
looks like heavy to walk
For a reason I can't understand
even if I stop crying anymore
We have already to fly
Someday I get some troubles
you cheer me on with your fairytale
Together, we create our history
Inspired by my friends
Sunday, 6 May 2012
Antara Sepak Bola dan Musik Klasik
Entah mengapa setiap aku melihat sebuah pertandingan sepak bola, aku merasa seperti melihat sebuah konser musik klasik (mulai deh berkoar-koar tak terkendali dan menghubungkan dengan hal-hal lain). Ya, meski aku hanya bisa melihat dua tontonan yang dramatikal itu di layar televisi, tapi sungguh dua hal itu sering membuat bulu kudukku berdiri. Pertama, seperti halnya musik klasik, pertandingan sepak bola selalu menyajikan naik turunnya tempo permainan seiring dengan teriakan penonton di dalam stadion. Bagaikan decrescendo dan crescendo, teriakan penonton dan irama permainan selalu membuat sebuah nada-nada berpindahnya bola dari satu kaki ke kaki yang lain. Kedua, drama menegangkan antara dua tim (adu penalti contohnya) membuat sebuah derap musik klasik mencapai reffnya, klimaks dari sebuah alunan musik. Dan teriakan penonton membuat sebuah perpindahan permainan dari piano ke forte, atau dari tempo slowly ke moderato, dan sebaliknya. Peluit sang wasit juga merupakan sebuah not istirahat atau bahkan merupakan coda dan fade out di akhir pertandingan. Penikmat sepak bola pun akan dihibur dengan permainan staccato saat pemain kesayangannya melewati beberapa pemain seperti yang dilakukan Marcellano tadi pagi. Dan yang terakhir, teriakan dan semangat dari pelatih menjadikan dia seorang maestro dalam membimbing anak-anak asuhnya membuat permainan yang menakjubkan.
Thursday, 3 May 2012
God of Study
Meski ada orang yang sering bilang drama Korea itu lebay dan masih kalah dengan film Holywood. Tapi, aku rasa drama korea ini nggak bakalan mengecewakan dan yang pasti bakal kasih sesuatu hal yang sangat berguna, khususnya buat calon-calon lulusan SMA dan calon-calon mahasiswa. Emang drama lama sih, tahun 2010, tapi yang pasti syarat makna. Must watch!
Wednesday, 29 February 2012
Ketika aku melihat sebuah blog dari seorang temannya temanku, aku begitu terpukau. Dia begitu berani menuliskan sebuah harapannya di masa depan. Tanpa takut untuk kalah dalam pertarungan mendapatkan kursi universitas itu, dia menuliskan besar-besar harapannya. Ya, dia begitu berani. Sekarang pertanyaanya, apakah aku berani melakukannya? Apakah aku berani untuk menerima segala hasilnya? Apakah aku mampu mempertaruhkan segala emosi, perasaanku, dan rasa takutku untuk mengungkapkannya... Dan berteriak, AKU PASTI BERHASIL! Dan hari esok biarlah tercipta dari kehendak-Nya. Itu kata positif yang sangat ingin aku katakan.
Sunday, 1 May 2011
song for keep fighting.. XD
Teruslah Bermimpi - Ipang
Apa yang kau takutkan dengan semua ini
Bukankah kesedihan sering kita alami
Keadaan ini buat kita terbiasa
Jangan takut bicara, teruslah bermimpi
Walau kenyataannya jauh berbeda
Teruslah bermimpi, jangan berhenti
Percayalah, lelah ini hanya sebentar saja
Jangan menyerah, walaupun tak mudah meraihnya
Menghentikan pikiran dengan mata terpejam
Menunggu malam bisa hapus kenyataan
Biar saja mimpi jauh membawa kita
Tetap tersenyumlah, biar semakin mudah
Karena kesedihan pun ternyata hanya sementara
Apa yang kau takutkan dengan semua ini
Bukankah kesedihan sering kita alami
Keadaan ini buat kita terbiasa
Jangan takut bicara, teruslah bermimpi
Walau kenyataannya jauh berbeda
Teruslah bermimpi, jangan berhenti
Percayalah, lelah ini hanya sebentar saja
Jangan menyerah, walaupun tak mudah meraihnya
Menghentikan pikiran dengan mata terpejam
Menunggu malam bisa hapus kenyataan
Biar saja mimpi jauh membawa kita
Tetap tersenyumlah, biar semakin mudah
Karena kesedihan pun ternyata hanya sementara
Friday, 11 February 2011
Ruwatan KIR Pisigma 26
Written at Saturday, January 15th 2011
Hei, hei, hei, ini tulisan about kelakuan anak-anak nggak berdosa KIR Pisigma, sub-organisasiku tercinta. Pasti pada bingung dengan title tulisanku ini. KIR ngadain ruwatan? It’s just symbol, babe. Maksudnya bukan ruwatan dalam arti sebenarnya. Tapi, ruwatan dalam arti yang menyenangkan. Beginilah cerita selengkapnya.
Kemarin anak-anak KIR dapet mandat dari atasan kita, OSIS, yang artinya juga mandat dari Bapak Kepsek GHS tercinta untuk mempersiapkan video yang bakal dimasukkan dalam profil GHS. Profil GHS itu bakal disebarin ke SMP-SMP di seluruh Kota dan Kabupaten Magelang. Yah, semacam promosi gitu deh. So, hari ini kita ngadain rapat buat ngebahas konsep yang bakal diusung KIR Pisigma dalam video itu. Hasilnya adalah Chan-chan dan Olip sebagai pemandu dalam kegiatan KIR di video itu. Haha, pasangan yang sangat cocok sekali. Bercanda, Lip (kok cuma sama Olip? Ya iyalah, Chandra mah gak usah). Well, jadi intinya di video itu KIR sok ilmiah gitu deh. Berawal dari GP (Graha Pisigma atau Gudang Pisigma ya? Atau jangan-jangan Gudang Peralatan? Yang pasti itu markas kita), kita akan mengadakan percobaan di Lab. Kimia (semacam menghancurkan lab gitu…just kidding), percobaan di luar ruangan, dan game. Yah, pokoknya kegiatan setiap Selasanya KIR lah.
Na, akhirnya selesailah prepare tentang video yang menyebalkan itu. Hari Selasa jam 9-setengah 10 kita bakal shooting dan itu artinya aku nggak ikut pelajaran Kimia. Ajib… Setelah semua pada pulang tinggallah aku, Olip, Anti, Chandra, Nanda, Ncuz, Rika, Devi, Intan, dan 2 penyusup yaitu Dyah dan Tije yang emang belum pulang gara-gara aku paksa buat bahas tugas drama kelompokku sekaligus kelompok mereka. Olip dan Anti pun keluar untuk membeli sesuatu yang nantinya pasti akan nikmat banget.
Dunia emang rasanya indah banget hari itu. Kenapa? Karena yang Olip dan Anti beli adalah DUREN… Akhirnya kita Belah Duren bareng (lho, itu mah lagunya Jupe). Nikmatnya… Di antara kita yang paling nggak suka duren adalah… eng… ing… eng… Devi. So, dia ngabur deh pulang. Intan, Tije, dan Dyah pun yang calm-calm nggak mencincipi duren itu. Tinggallah aku, Chandra, Olip, Nanda, n Rika yang menikmatinya. Ncuz just one, katanya nggak enak ma yang di rumah kalau dia ngrasain sendiri (wah, kecuali Ncuz yang makan duren sadis dong!).
Dari 3 durian yang dibeli dan dibelah itu, durian pertama lumayan enak. Aku ngrasain 2 biji. Durian kedua audzubillah enaknya. Subhanallah, inilah nikmatnya ciptaan Allah. Aku di sini juga ngrasain 2 biji. Di saat belah durian yang kedua inilah Ncuz ikutan nimbrung makan duren (dasar, mau enaknya aja). Kasihan Anti yang cuma dapet 1 biji, padahal durian ketiga adalah durian yang paling ancur. Durian terakhir ini busuk n rasanya hambar banget. Muka-muka kita langsung pada gubrak mode on. Akhirnya kita buang kulit kenikmatan sesaat itu. Huaaa… TT. Pas turun dari tangga di dekat XI IA 2, ketemu kakak-kakak kelas XII IA 1 yang baru foto-foto buat buku alumni. So, akhirnya kita balik deh n lewat tangga dekat XI IA 5. Malah ketemu Pak Jum, penjaga sekolahku. ==”
Setelah kita melewati berbagai ancaman, rintangan, dan gangguan itu, akhirnya kita menuju TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang artinya harus melewati anak Paspara yang baru latihan di Lapangan Atas. Belum selesai deh rintangannya. Na, di sinilah Anti sebagai pacarnya Reva, ketua Paspara, unjuk gigi. Untung saja mereka latihannya di lapangan basket. So, terselamatkan tapi juga sayang coz kita udah pasang muka kaya… Haha… Begitulah ceritanya.
Kenapa ini disebut ruwatan? Karena ini hari Sabtu. Di hari ini, secara mengenaskan HPnya Olip ilang alias jatuh di engkel (untung aja meski HPku jatuh juga di engkel, tapi berhasil ditemuin ma ortuku… Alhamdullillah). Pada hari Sabtu minggu kemarin juga, anak-anak KIR pada dimarahi habis-habisan sama Pembina dengan adanya dana 40juta untuk penelitian yang nggak kelar-kelar plus kehujanan parah banget habis nyebarin pamflet. Pas hari Sabtu juga mapnya Olip dipegang sama mas-mas yang mabuk waktu mau ke TOP bareng Nanda (alhamdullillah berhasil ditemukan) dan HPnya Very yang juga anak KIR dicopet waktu sama Hardina mau ke TOP juga. Na, belah duren inilah ruwatan untuk mengusir semua kesialan itu karena di hari Sabtu ini akhirnya kita bisa makan-makan, makan duren lagi. Haha, it’s just superstition, guys. Intinya, kita makan duren bareng… Hahahaha ^^
So, kesimpulannya rasanya belum nikmat makan buah kalau belum makan duren… Wkwkwkwk
Subscribe to:
Posts (Atom)
