Sunday, 6 May 2012

Antara Sepak Bola dan Musik Klasik

Entah mengapa setiap aku melihat sebuah pertandingan sepak bola, aku merasa seperti melihat sebuah konser musik klasik (mulai deh berkoar-koar tak terkendali dan menghubungkan dengan hal-hal lain). Ya, meski aku hanya bisa melihat dua tontonan yang dramatikal itu di layar televisi, tapi sungguh dua hal itu sering membuat bulu kudukku berdiri. Pertama, seperti halnya musik klasik, pertandingan sepak bola selalu menyajikan naik turunnya tempo permainan seiring dengan teriakan penonton di dalam stadion. Bagaikan decrescendo dan crescendo, teriakan penonton dan irama permainan selalu membuat sebuah nada-nada berpindahnya bola dari satu kaki ke kaki yang lain. Kedua, drama menegangkan antara dua tim (adu penalti contohnya) membuat sebuah derap musik klasik mencapai reffnya, klimaks dari sebuah alunan musik. Dan teriakan penonton membuat sebuah perpindahan permainan dari piano ke forte, atau dari tempo slowly ke moderato, dan sebaliknya. Peluit sang wasit juga merupakan sebuah not istirahat atau bahkan merupakan coda dan fade out di akhir pertandingan. Penikmat sepak bola pun akan dihibur dengan permainan staccato saat pemain kesayangannya melewati beberapa pemain seperti yang dilakukan Marcellano tadi pagi. Dan yang terakhir, teriakan dan semangat dari pelatih menjadikan dia seorang maestro dalam membimbing anak-anak asuhnya membuat permainan yang menakjubkan.

Thursday, 3 May 2012

God of Study

Meski ada orang yang sering bilang drama Korea itu lebay dan masih kalah dengan film Holywood. Tapi, aku rasa drama korea ini nggak bakalan mengecewakan dan yang pasti bakal kasih sesuatu hal yang sangat berguna, khususnya buat calon-calon lulusan SMA dan calon-calon mahasiswa. Emang drama lama sih, tahun 2010, tapi yang pasti syarat makna. Must watch!
Aku pengen ngepost tripku ke Jogjakarta, tapi ceritanya nanti aja ya... Ini aku share dulu hasil jepretan di pantai Indrayani plus pantai Drini with Bopung... ^^

Wednesday, 29 February 2012

Ketika aku melihat sebuah blog dari seorang temannya temanku, aku begitu terpukau. Dia begitu berani menuliskan sebuah harapannya di masa depan. Tanpa takut untuk kalah dalam pertarungan mendapatkan kursi universitas itu, dia menuliskan besar-besar harapannya. Ya, dia begitu berani. Sekarang pertanyaanya, apakah aku berani melakukannya? Apakah aku berani untuk menerima segala hasilnya? Apakah aku mampu mempertaruhkan segala emosi, perasaanku, dan rasa takutku untuk mengungkapkannya... Dan berteriak, AKU PASTI BERHASIL! Dan hari esok biarlah tercipta dari kehendak-Nya. Itu kata positif yang sangat ingin aku katakan.

Sunday, 1 May 2011

song for keep fighting.. XD

Teruslah Bermimpi - Ipang

Apa yang kau takutkan dengan semua ini
Bukankah kesedihan sering kita alami
Keadaan ini buat kita terbiasa

Jangan takut bicara, teruslah bermimpi
Walau kenyataannya jauh berbeda
Teruslah bermimpi, jangan berhenti

Percayalah, lelah ini hanya sebentar saja
Jangan menyerah, walaupun tak mudah meraihnya

Menghentikan pikiran dengan mata terpejam
Menunggu malam bisa hapus kenyataan
Biar saja mimpi jauh membawa kita

Tetap tersenyumlah, biar semakin mudah
Karena kesedihan pun ternyata hanya sementara

Friday, 11 February 2011

Ruwatan KIR Pisigma 26


Written at Saturday, January 15th 2011
Hei, hei, hei, ini tulisan about kelakuan anak-anak nggak berdosa KIR Pisigma, sub-organisasiku tercinta. Pasti pada bingung dengan title tulisanku ini. KIR ngadain ruwatan? It’s just symbol, babe. Maksudnya bukan ruwatan dalam arti sebenarnya. Tapi, ruwatan dalam arti yang menyenangkan. Beginilah cerita selengkapnya.
Kemarin anak-anak KIR dapet mandat dari atasan kita, OSIS, yang artinya juga mandat dari Bapak Kepsek GHS tercinta untuk mempersiapkan video yang bakal dimasukkan dalam profil GHS. Profil GHS itu bakal disebarin ke SMP-SMP di seluruh Kota dan Kabupaten Magelang. Yah, semacam promosi gitu deh. So, hari ini kita ngadain rapat buat ngebahas konsep yang bakal diusung KIR Pisigma dalam video itu. Hasilnya adalah Chan-chan dan Olip sebagai pemandu dalam kegiatan KIR di video itu. Haha, pasangan yang sangat cocok sekali. Bercanda, Lip (kok cuma sama Olip? Ya iyalah, Chandra mah gak usah). Well, jadi intinya di video itu KIR sok ilmiah gitu deh. Berawal dari GP (Graha Pisigma atau Gudang Pisigma ya? Atau jangan-jangan Gudang Peralatan? Yang pasti itu markas kita), kita akan mengadakan percobaan di Lab. Kimia (semacam menghancurkan lab gitu…just kidding), percobaan di luar ruangan, dan game. Yah, pokoknya kegiatan setiap Selasanya KIR lah.
Na, akhirnya selesailah prepare tentang video yang menyebalkan itu. Hari Selasa jam 9-setengah 10 kita bakal shooting dan itu artinya aku nggak ikut pelajaran Kimia. Ajib… Setelah semua pada pulang tinggallah aku, Olip, Anti, Chandra, Nanda, Ncuz, Rika, Devi, Intan, dan 2 penyusup yaitu Dyah dan Tije yang emang belum pulang gara-gara aku paksa buat bahas tugas drama kelompokku sekaligus kelompok mereka. Olip dan Anti pun keluar untuk membeli sesuatu yang nantinya pasti akan nikmat banget.
Dunia emang rasanya indah banget hari itu. Kenapa? Karena yang Olip dan Anti beli adalah DUREN… Akhirnya kita Belah Duren bareng (lho, itu mah lagunya Jupe). Nikmatnya… Di antara kita yang paling nggak suka duren adalah… eng… ing… eng… Devi. So, dia ngabur deh pulang. Intan, Tije, dan Dyah pun yang calm-calm nggak mencincipi duren itu. Tinggallah aku, Chandra, Olip, Nanda, n Rika yang menikmatinya. Ncuz just one, katanya nggak enak ma yang di rumah kalau dia ngrasain sendiri (wah, kecuali Ncuz yang makan duren sadis dong!).
Dari 3 durian yang dibeli dan dibelah itu, durian pertama lumayan enak. Aku ngrasain 2 biji. Durian kedua audzubillah enaknya. Subhanallah, inilah nikmatnya ciptaan Allah. Aku di sini juga ngrasain 2 biji. Di saat belah durian yang kedua inilah Ncuz ikutan nimbrung makan duren (dasar, mau enaknya aja). Kasihan Anti yang cuma dapet 1 biji, padahal durian ketiga adalah durian yang paling ancur. Durian terakhir ini busuk n rasanya hambar banget. Muka-muka kita langsung pada gubrak mode on. Akhirnya kita buang kulit kenikmatan sesaat itu. Huaaa… TT. Pas turun dari tangga di dekat XI IA 2, ketemu kakak-kakak kelas XII IA 1 yang baru foto-foto buat buku alumni. So, akhirnya kita balik deh n lewat tangga dekat XI IA 5. Malah ketemu Pak Jum, penjaga sekolahku. ==”
Setelah kita melewati berbagai ancaman, rintangan, dan gangguan itu, akhirnya kita menuju TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang artinya harus melewati anak Paspara yang baru latihan di Lapangan Atas. Belum selesai deh rintangannya. Na, di sinilah Anti sebagai pacarnya Reva, ketua Paspara, unjuk gigi. Untung saja mereka latihannya di lapangan basket. So, terselamatkan tapi juga sayang coz kita udah pasang muka kaya… Haha… Begitulah ceritanya.
Kenapa ini disebut ruwatan? Karena ini hari Sabtu. Di hari ini, secara mengenaskan HPnya Olip ilang alias jatuh di engkel (untung aja meski HPku jatuh juga di engkel, tapi berhasil ditemuin ma ortuku… Alhamdullillah). Pada hari Sabtu minggu kemarin juga, anak-anak KIR pada dimarahi habis-habisan sama Pembina dengan adanya dana 40juta untuk penelitian yang nggak kelar-kelar plus kehujanan parah banget habis nyebarin pamflet. Pas hari Sabtu juga mapnya Olip dipegang sama mas-mas yang mabuk waktu mau ke TOP bareng Nanda (alhamdullillah berhasil ditemukan) dan HPnya Very yang juga anak KIR dicopet waktu sama Hardina mau ke TOP juga. Na, belah duren inilah ruwatan untuk mengusir semua kesialan itu karena di hari Sabtu ini akhirnya kita bisa makan-makan, makan duren lagi. Haha, it’s just superstition, guys. Intinya, kita makan duren bareng… Hahahaha ^^
So, kesimpulannya rasanya belum nikmat makan buah kalau belum makan duren… Wkwkwkwk

Tuesday, 7 September 2010

Life...

Ehm...
Waktu demi waktu terus berlalu, meninggalkan berjuta kisah yang tak ada henti-hentinya. Kadang terbuka lebar dan mengisi setiap lembaran cerita hidup kita, terkadang pula terendap dan menjadi misteri selamanya.
Yah, biarlah waktu berlalu karena jika waktu ini berhenti, tak akan ada artinya hidup ini. Ingat lagunya Ipang, kan??
"Roda-roda terus berputar
tanda masih ada hidup
karena dunia belum henti
berputar melingkar searah"
Dan, terkadang hari ini tak lebih indah dari hari yang lalu, dan dunia baru memang terkadang tak seindah dunia yang lama. Kini aku berada di dunia yang berbeda dengan duniaku yang dulu. Teman-teman baru, tantangan baru, dan lingkungan yang baru. Memang masih satu tempat, tapi berbeda lingkungan.
Ya, aku kini bertemu dengan teman-teman yang baru dan pastinya beraneka ragam sifatnya... XI IA 2, tempat dimana aku akan menghabiskan sisa waktuku di GHS, dan tempat dimana aku akan meniti jalan menuju masa depanku. Tak mudah untuk merangkai kebersamaan seperti saat berada di x5. Tapi, kembali lagi pada waktu. Biarlah waktu yang akan membawaku ke dalam lembaran kisah selanjutnya. Seiring berjalannya waktu, kebersamaan pasti akan terasa.
Walaupun begitu, kisah lama akan terus terekam dalam kenangan, dan akan menjadi suatu pijakan menuju kehidupan di masa sekarang maupun masa depan. Ingat lagunya Bondan Prakoso juga kan??
"satu alasan kenapa kau kurekam dalam memori
satu cerita teringat didalam hati
karena kau berharga dalam hidupku, teman
untuk satu pijakan menuju masa depan"
Itulah hidup... Jika kita menilik sebuah mimpi, hidup ini selalu terasa bagaikan dalam genggaman kita. Tapi, jika kita menilik realita yang ada, akan terasa berbeda. Tak semua kisah selalu kita yang menuliskannya. Yang pasti semua telah digariskan Yang Di Atas. Kita hanya bisa berharap dan terus mencoba melakukan apa yang terbak untuk kita...
OK, guyz! Keep moving forward! ^^